Kamis, 12 Juli 2012

Hasil Penghitungan Pemilukada DKI Dilakukan Dengan system Quick count

Perhitungan cepat  (Quick count )yang digunakan dalam penghitungan hasil pemilukada DKI kaliini banyak di lakukan oleh Lembaga-lembaga survei yang peduli dengan politik bersih,jujur dan adil. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi, beliau menjelaskan secara umum bahwa hampir 95 persen persiapan yang disiapkan oleh pihaknya untuk mengadakan penghitungan cepat atau quick count dan exit pool dalam program kerjasama antara LSI, SCTV dan Indosiar.

"Sudah sekitar 3 minggu kami sudah mempersiapkan berbagai hal terkait itu semua. Dan insya Allah besok dipastikan tidak ada masalah," kata Burhanuddin saat ditemui
liputan6.com di kantornya di Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).

Burhanuddin menjelaskan, sebetulnya ada dua pekerjaan dalam program kerjasama antara LSI, SCTV dengan Indosiar. Yang pertama itu hitung cepat. Quick count ini melibatkan 410 relawan yang akan berjaga-jaga di 410 TPS yang sudah dipilih secara random.


Sedangkan yang kedua exit pool atau survei pada saat responden yang keluar dari bilik suara setelah mereka menggunakan hak pilih. "Nah itu dari masing-masing TPS dari 410 hanya dua orang responden yang kita wawancarai jadi total ada 820 responden. Jadi ada dua pekerjaan, Exit pool ini gunanya menjelaskan basis dukungan yang diperoleh oleh masing-masing calon," tutur Burhanuddin.


"Dua pekerjaan ini sudah kita persiapkan sejak 3 minggu yang lalu mulai dari proses rekruitment, persiapan IT, data system termasuk melakukan work shop bagi calon-calon relawan, Workshop untuk spot checker termasuk akhir-akhir ini kita melakukan gladi kotor dan gladi bersih," urainya.


Oleh sebab itu, Burhanuddin menjelaskan pihaknya memastikan untuk proses penghitungan cepat besok akan berjalan secara baik dengan margin eror sekitar 1 persen dan akan dilakukan pada pukul 14.00 WIB. "Jadi secara umum tidak ada masalah berarti," tegasnya.

Minggu, 08 Juli 2012

Gelombang Panas Melanda Negara Super Power Dan Menyebabkan Sedikitnya 30 orang tewas


Tahun 2012 ini giliran Negara Super power – Amerika Serikat mengalami gelombang cuaca panas yang melebihi dari biasanya, sekitar 37,7 derajat celcius, setelah setahun sebelumnya juga sempat melanda Rusia. Kejadian yang langka ini membuat penduduk di 20 negara bagian Negara Super termasuk kota –kota besar seperti Washington DC, St. Louis, dan Indianapolis dan juga beberapa kota di bagian pesisir timur dan sekitarnya, berusaha mencari tempat yang lebih nyaman suhunya untuk berlindung dan menghindari dirinya dari hawa panas yang membakar kulit mereka, seperti kolam atau danau. Bahkan stasiun kereta bawah tanah dan tempat rekreasi, seperti pantai dan bioskop ramai diserbu hanya sekedar untuk “mendinginkan tubuh”.

Dikabarkan setidaknya 30 orang tewas, termasuk sembilan orang di Maryland and 10 orang di Chicago. Mayoritas korbannya para orang berusia tua. Sementara, tiga orang lainnya ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Ohio.

Mereka tewas akibat tidak adanya energi untuk mendinginkan diri, menyusul pemadaman listrik yang terjadi baru-baru ini. Panas juga menjadi faktor kematian tiga orang di Wisconsin, dua di Tennessee, dan tiga di Pennsylvania.
Pejabat setempat juga menambahkan, panas yang terjadi juga mempengaruhi kondisi jalan tol dan rel kereta api ,akibatnya menyebabkan salah satu kereta tergelincir di Prince George County, Maryland, Jumat sore.

Akibat cuaca ini juga menyebabkan ribuan warga pertengahan Atlantik dibuat tak berdaya menghadapi panas akibat pemutusan saluran listrik. Perusahaan Pepco meminta pelanggan untuk menghemat daya, dan mengatakan panas membuat sistem tertekan.

"Ini gelombang panas yang panjang, parah, dan meliputi wilayah yang luas," kata Chris Vaccaro, juru bicara National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), seperti dimuat
USA Today, Minggu 8 Juli 2012.
Kombinasi panas menyengat dan tidak adanya listrik membuat kehidupan warga makin sulit. Seperti yang dialami oleh Pasangan Abraham Lewis dan Dzifa Fianoo dari Lorton-Virginia, mereka terpaksa menitipkan bahan makanan mereka ke rumah kerabat, agar tak membusuk karena ketiadaan aliran listrik. <>

Jumat, 06 Juli 2012

Setelah Proyek Pengadaan Al-Qur’an Di Korupsi, Kini Kesalahan Fatal Terjadi Atas Hasil Terjemahannya


Al Quran terjemahan versi Kementerian Agama harus segera ditarik. Pasalnya, ditemukan ada 3229 ayat yang salah terjemahan.Dari seluruh ayat yang salah terjemahan terdapat 172 ayat dengan kesalahan terjemahan fatal.  Ayat-ayat itu terkait masalah tauhid, syari'ah, dan mu'amalah.

Sikap Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu kembali ditegaskan Ketua Lajnah Tanfidziyyah MMI Ustadz Irfan S. Awwas kepada
itoday (6/7). "Dari dahulu saya sudah katakan, Al Quran terjemahan Kementerian Agama harus ditarik. MMI sudah melakukan dialog dengan Kemenag. Untuk yang dicetak di Madinah, Kami sampaikan laporan sebagai bentuk informasi kepada penerbit di Madinah," ungkap Irfan.

Menurut Irfan, pihaknya juga telah melakukan klarifikasi dengan penerbit di Madinah, terkait  Al Quran terjemahan yang memang dicetak di Madinah. Sebelum dicetak, versi soft copy telah diperiksa Kemenag.
"Kami bertanya, apakah syaikh (di Madinah) punya ahli bahasa Indonesia atau tidak? Mereka jawab,  tidak ada. Lalu kami tanyakan mengapa Anda berani menerbitkan terjemah bahasa Indonesia? Mereka jawab, kami percaya pada pemerintah Indonesia (ahli di Kemenag)," ungkap Irfan.

irfan juga mengungkapkan, bahwa Al Quran yang dicetak di Madinah itu selain diberikan kepada jamaah haji asal Indonesia juga dikirim ke Kemenag. "Namun, jamaah haji yang berangkat tahun ini tidak mendapatkan Al Quran haji dari Arab Saudi.  Al Quran itu diwakafkan dari Raja Fahd.

Lebih jauh, Irfan menyayangkan sikap Kemenag yang tidak merespon laporan MMI tersebut. "Sayang sekali Kemenag tidak memberikan respon yang kami harapkan. Kami berharap Kemenag mengoreksi berdasarkan koreksi yang kami punya. Itu sebagai niat baik, agar kami tidak perlu menerbitkan Al Quran yang sudah kami koreksi. Tampaknya, ini masalah gengsi. Kemenag tidak merespon, tetapi justru mempersilahkan untuk menerbitkan terjemahan sendiri. Maka MMI menerbitkan sendiri," ungkap Irfan.

Tak hanya itu, menurut Irfan, Kemenag sama sekali belum memberikan informasi terkait kesalahan terjemahan tersebut. "Saya melihat belum ada respon positif, dalam arti konstruktif untuk perbaikan terjemahan Al Quran," kata Irfan.

Irfan menegaskan, Al Quran dalam bahasa Arab dijamin Allah tidak akan salah. Tetapi terjemahan Al Quran tidak ada jaminannya, bisa salah, bisa benar. "Kami temukan kesalahan itu. Ketika kami bertemu dengan pihak Kemenag, mereka mengatakan, kita berbeda tafsir dan pendapat, bukan kesalahan," tegas Irfan.

Terkait hal itu, secara khusus MMI bahkan telah menggelar 'Grand Launching Tarjamah Tafsiriyah Al-Qur’an' di Hotel Sultan . Acara bertajuk 'Revolusi Pemahaman Makna Al Qur’an' itu ditujukan untuk  memperkenalkan terjemah tafsiriyah versi baru sebagai jawaban atas banyaknya kesalahan terjemah Al Quran versi Kementerian Agama Republik Indonesia. Hadir dalam acara itu perwakilan Kemenag, MUI, PBNU, HTI, dan tokoh serta organisasi lainnya.
( Sumber : Indonesia Today)

Selasa, 03 Juli 2012

Korupsi Pengadaan Al-Qur'an Di Tubuh Depag


Praktek korupsi kini sudah tidak pandang bulu. Tak terkecuali di Depag, sebagai instansi dan komisi yang seharusnya mungkin paling bersih karena mengurusi soal keagamaan umat negeri ini.

Kasus ini naik kepermukaan berawal dari pernyataan Plt Deputi Penindakan KPK, KMS Rony, dalam diskusi di Universitas Al Azhar Jakarta, Rabu 20 Juni 2012. Dia mengatakan bahwa kasus korupsi juga telah terjadi pada pengadaan kitab suci Alquran.

Beberapa waktu kemudian KPK menggelar konferensi pers (Jumat 29 Juni 2012) untuk mengumumkan penetapan dua tersangka kasus dugaan korupsi Alquran di Kementerian Agama itu.
“Tersangka dalam kasus ini adalah ZD (Zulkarnaen Djabar), anggota Badan Anggaran DPR periode 2009-2014, dan tersangka kedua adalah DP (Dendy Prasetyo / anak ZD)” kata Ketua KPK Abraham Samad di Kantor KPK, seperti di kutip vivanews.

Selain anggota Badan Anggaran DPR, Zulkarnaen juga tercatat sebagai anggota Komisi VIII DPR yang membidangi keagamaan. Sementara DP adalah Direktur Utama PT Karya Sinergy Alam Indonesia (KSAI).

Dalam kasus ini KPK menjerat Zulkarnaen, dan anaknya atas 3 kasus korupsi. Pertama, dugaan suap proyek pengadaan Alquran tahun anggaran 2011 di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Kedua, dugaan korupsi pengadaan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah tahun anggaran 2011 di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag. Ketiga, dugaan suap proyek pengadaan Alquran tahun anggaran 2012. 

Sebelumnya pada tahun 2005 Kejaksaan Agung juga telah berhasil membongkar kasus dugaan korupsi di tubuh Depag, terutama di Dirjen Bimbingan Islam dan Pengelenggaran Haji (BIPH). Timtastipikor yang saat itu dipimpin oleh Hendarman supanji menemukan adanya dugaan korupsi di lembaga tersebut senilai Rp 680 milyar. <>