Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Polri Akan Selidiki Pengunggah Foto Palsu Korban Sukhoi SJ-100 DI Bogor.


Terkait masalah Foto palsu korban jatuhnya pesawat Sukhoi SJ-100 di Gunung Salak beberapa hari lalu, yang di unggah dan disebarkan melaui internet. Polri akan menindak lanjuti masalah tersebut. 

Melalui  Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol. Boy Rafli Amar mengatakan, “Polri akan tetap melakukan penyelidikan, harus tetap ada penegakan hukum terhadap masalah itu, “jelasnya pada saat melakukan konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta (senin14/5/2012).Selanjutnya, Kombes Boy Rafli mengatakan kepada para keluaraga korban dan masyarakat, agar tidak terpengaruh dengan penayangan gambar – gambar yang tidak benar di akun-akun sosial dan beberapa media online yang di sebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Bahkan dia menegaskan, jika hasil penyelidikan nanti terbukti, maka pelaku akan dijerat dengan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Menurut Pakar Telematika Roy Suryo, Sebenarnya gambar-gambar yang tersebar adalah bukan Pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak-Bogor. Ini berdasarkan dari hasil penelusurannya dan Roy meyakini bahwa itu adalah Kecelakaan Pesawat India Air.<>

Aksi Intoleransi Di Tanggapi Anggota HAM - OKI


Dengan maraknya tindak kekerasan sebagai bentuk intoleransi dalam agama, kaum muslimin moderat di Indonesia diharapkan untuk bisa lebih menyuarakan penolakan. Seperti pada beberapa kasus yang terjadi, diantaranya kontroversi sekitar  keberadaan Jemaat Ahmadiyah dan syi’ah. Juga kejadian beberapa waktu lalu ketika seorang penulis buku asal kanada, Irshad Manji   di bubarkan saat tengah melakukan diskusi di Universitas Gajah Mada (UGM) -  jogyakarta 9/5/2012.


Hal ini seperti dikatakan oleh anggota Komisi Independen Hak Asasi manusia (HAM) Organinisasi Kerjasama Islam (OKI), Siti Ruhani Dzuhayatin kemarin 14/5/2012, dijakarta.

“ Jika tidak, sikap antiperbedaan pendapat dan kebebasan berfikir akan semakin mendapat tempat dan sikap toleransi masyarakat Indonesia akan semakin terkikis. Satu contoh ketika terjadi penolakan terhadap Irshad Manji  beberapa waktu lalu, mereka dibubarkan saat sedang melakukan diskusi Buku "Allah, Liberty, and Love,” kata siti Ruhani Dzuhayatin.

Sebagai antisipasinya Siti Ruhani berharap agar kaum Muslim Moderat Indonesia tidak tinggal diam, bahkan OKI saat ini telah membahasnya. “Kami di komisi semua telah sepakat, bahwa kaum minoritas indonesia harus dilindungi. Karena ini merupakan aset  bangsa dalam menjaga kerukunan hidup bersama dan saling menerima perbedan pendapat.” Tegasnya.

“Jika yang terjadi seperti sekarang ini tetap di biarkan maka situasi kedepannya  akan semakin  mengkhawatirkan “ Tambah Siti Ruhani Dzuhayatin. (
Sumber : kompas.com )

Senin, 14 Mei 2012

Spekulasi Sekitar Penyebab Kecelakaan Sukhoi


Jatuhnya pesawat Sukhoi SJ-100 di  Gunung Salak -  Bogor saat melakukan Joy Flight Rabu 9/5/2012, banyak menimbulkan polemik sekitar penyebabnya. Mulai dari faktor cuaca,  kondisi pesawat, mistik, hingga human error atau kesalahan manusia. Dalam hal ini beberapa pemberitaan media menuliskan bahwa kesalahan ini terjadi karena kesalahan pilot.
Pernyataan  ini seperti yang dikatakan oleh Rony Rosnadi, seperti di kutip Russia Today,  “ Saya bertanya pada diri sendiri, kenapa pilot meminta untuk turun ke 6000 kaki ? itu kan melanggar izin ketinggian minimal yang di tetapkan MOCA (Minimum Obstacle Clearence Altitude ). Dilokasi itu clearance minimum adalah sekitar 11.000 kaki .“
“Pesawat itu seharusnya turun lebih rendah hanya pada saat mendekati satu titik di selatan pantai Pangandaran, karena itu jauh lebih aman. Mungkin saja pilot dalam keadaan tidak stabil saat berada di dalam pesawat, bisa saja karena terlalu lelah.“ tambah mantan pilot Merpati Nusantara Airlines ini.
Hal ini juga senada dengan apa yang dikatakan seorang pilot khormatan dan ahli keamanan penerbangan Rusia, Vladimir Gerasimov. “ Pesawat jet menabrak gunung, ini berarti dia turun melebihi batas minimal saat posisi berada di daerah perbukitan, dan pegunungan. Jika  pesawat jet bisa sampai terjadi kecelakaan  berarti ada aturan batas ketinggian yang dilanggar “.
Tapi sebaliknya, berbeda dengan apa yang dikatakan Mikhail, seperti yang dikutip detikcom dari kantor berita Rusia, Ria Novisti pada hari minggu 12/5/2012 kemarin. Mikhail menegaskan, Bahwa pesawat Sukhoi SJ-100 tidak mengalami masalah tekhnis, karena segala sesuatunya sudah sesuai dengan aturan penerbangan internasional.
“ Tidak ada masalah teknis dengan Sukhoi sampai terjadinya kecelakaan, Juga masih terlalu dini dengan mengatakan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh faktor kesalahan pilot “ tegas Mikhail.
Terlepas dari itu semua, memang seharusnya semua fihak dapat lebih menahan diri untuk tidak berspekulasi. Sebelum ada penelitian lebih lanjut yang akan dilakukan oleh para ahli dari kedua negara, setelah diketemukannya black box pesawat tersebut. <>